A Scenario Alaysis of Possible Business Models ”
(Copyright 2008 Journal of Media Bussiness Studies.
Leo Van Adenhove,Simon Delaere,and Pieter Ballon)
<!-->
Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi di era 1990an, memberikan dampak besar bagi perubahan industri media cetak. Industri media cetak berusaha tetap mempertahankan pasar dengan inisiatif inisiatif baru, berkolaborasi dalam dunia informasi digitalisasi. Teknologi memungkinkan kita memperoleh produk media cetak dalam bentuk kertas elektronik. Ini salah satu dasar wacana dunia sedang menuju pada kehidupan tanpa kertas. Namun sejauh ini, masih banyak masyarakat yang tetap loyal terhadap produk media cetak dalam bentuk kertas nyata, dengan alasan utama adalah Tampilan Visual dari produk menimbulkan stres fisik bagi para pembaca karena tampilan dengan kualitas resolusi gambar yang cenderung lebih rendah dari penggunaan kertas nyata.
Adanya penggunaan kertas elektronik dalam industri media, meyebabkan munculnya suatu model bisnis yang berubah dalam Rantai Nilai Tradisional media cetak, terkait dengan bertambahnya aktor - aktor yakni industri lainnya seperti Produsen Perangkat (pencipta konten), Produsen Telekomunikasi (penyedia link dan network), Produsen Periklanan (penghasil profit bagi media cetak).
MODEL BISNIS
Sebuah model bisnis didefinisikan sebagai deskripsi dari bagaimana perusahaan bermasksud untuk menciptakan dan menangkap sebuah nilai. Di sini, perusahaan media cetak berusaha untuk menciptakan suatu nilai baru dari produk media cetak yaitu inisiatif penggunaan kertas elektronik e-paper. Definisi ini berkaitan dengan tingkatan model bisnis yaitu :
Gambar 1
Tingkat Fungsional
Berhubungan dengan arsitektur produk atau layanan yang dihasilkan. Media e-paper bentuk yang sama persis dengan media catak kertas.
Tingkat Strategis / Organisasi
Struktur dan sistem pengambilan keputusan atau kebijakan serta pengelolaan sumber daya yang digunakan untuk menentukan sebuah nilai dari produk atau layanan. Manajemen media pengambil kebijakan harus mampu mengambil langkah ini sebagai inisiatif mempertahankan pasar yang sangat dinamis mengikuti perubahan jaman. Juga berkaitan dengan keputusan media menentukan pilihan partner dalam industri teknologi informasi ini.
Tingkat Keuangan
Kemampuan keuangan bersumber dari modal dan pendapatan atas pengelolaan modal sumber daya. Investasi media dalam inisiatif e-paper diperhitungkan dapat kembali dengan maksimal dari tarif biaya Iklan yang disesuaikan dan sistem tarif berlangganan bagi pengakses produk atau layanan. Selain itu dari segi jumlah pengakses tanpa berlanggananpun dapat dijadikan komiditi penghasil keuangan bagi media. Bergantung dari berhasilnya Tingkat Strategis / Organisasi.
Proposisi Nilai
Cara pasar mendefinisikan nilai dari produk atau layanan bergantung pada hasil pilihan strategis dari tiga tingkatan di atas. Kebutuhan dan keinginan segmentasi pasar menjadi dasar.. “e-paper” terobosan baru bagi segmen pasar kaum professional yang kehidupannya bersifat mobile & serba canggih dalam teknologi informasi. Ini sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup. Ini lah nilai baru yang sedang dimainkan oleh pasar bagi industri media. Dilema ketergantungan antara perusahaan dan pasar. Pada hakekatnya Loyalitas Perusahaan akan Nilai Produknya belum tentu mampu menghasilkan keuntungan signifikan bagi perusahaan tersebut. Namun apabila perusahaan mampu menciptakan nilai produk atau layanannya sesuai kebutuhan dan permintaan pasar, maka pasar akan member nilai tinggi bagi produk atau layanan tersebut , hal ini menghasilkan keuntungan signifikan bagi perusahaan
RANTAI NILAI E-PAPER
Rantai nilai “e-paper” berisi peranan penting dari produksi dan distribusi konten pada perangkat “e-paper”.
Aturan & Pemain dalam Rantai Nilai “e-paper”
Dalam Rantai nilai e-paper kita tidak hanya melihat pada rantai nilai surat kabar saja, namun ada pemain – pemain baru yang berfungsi dalam perangkat e-paper”sampai sistem publikasi dan pemain dalam konten – konten baru.
Penyedia Konten Content Provision
Peran dalam sektor ini dimainkan oleh aktor - aktor surat kabar ( wartawan independent, korespondensi lokal / internasional, kantor berita. Surat kabar itu sendiri bertindak sebagai produser untuk banyak konten. Selain ini, e-paper juga menyediakan platform / design untuk konten tertulis lain seperti
sastra, majalah, jurnal perdagangan, publikasi perusahaan dll datang
dari sejumlah penyedia yang berbeda (link bookmark tersedia).
Agregasi Konten Content Aggregation
Dalam sektor berita, Koran adalah contoh tipe aggregator pengumpul konten. Media koran dan majalah berprofesi sebagai media bagi konten berupa layanan informasi dan iklan yang dikemas dalam konsep editorial yang koheren. Masuk ke dalam e-paper , koran dan majalah justru bertindak sebagai konten, terbentuk industri sendiri bagi agregatornya antra lain WEB Kompas.com, i-Mode Kompas at Mac, Kompas at Anroid, Kompas at BlackBerry. Agregator menyediakan platform bagi konten nya untuk mengembangkan design layout untuk tampilannya (boomark) secara digital maupun pengembangan layanan (download).
Agregasi Platform Konten Platform Content Aggregation
Pemain industri berikutnya mengambungkan platform konten dalam satu agregat. Beberapa koran dan majalah, juga CD / Audio, dapat ditemukan dalam satu platform internet. Satu Bookmark seperti Newstand.com, 4Shared.com, Audible.com, menghadirkan beragam pilihan konten dapat diakses sesuai aturan agregator platform.
Penyediaan Platform Platform Provision
Hal ini berkaitan platform teknis yang menghubungkan konten dan teknologi. Peran ini dimainkan oleh industri server dan software / DRM (Digital Rights Management). Fungsi server / software untuk menjamin komunikasi antara penyedia konten dengan perangkat e-paper agar tiap konten dapat terpublikasikan dengan baik. Server merupakan wadah bagi jaringan, ini pun ada pemain yang lain.
Operasi Jaringan Network Operation
Ini adalah bagain peran bagi operator telekomunikasi. Operasi Transmisi merupakan core. Namun operator saat ini mencoba memperluas operasi mereka ke penawaran penawaran konten layanan terkait. Dibuat perjanjian tertentu langsung mengambil peran dalam Agregasi Konten (Samsung Galaxi Tab Anroid conection with XL Unlimited; iPAd 2 conection with XL Unlimited ), Konten WI-FI diagregasi juga oleh jaringan, operator menjual jasa WI-FI.
Penyedia Layanan Service Provision
Penyediaan Layanan ini adalah peran penting dalam jaringan nilai e-paper,
berkaitan dengan yang mengelola hubungan pelanggan dan efektif
pasar layanan. Peran ini dimainkan oleh Penyedia Konten. Di e-paper pengakses dapat ditawarkan layanan yang efektif seperti sistem berlangganan. Peran ini juga dapat dimainkan oleh Agregator Platform seperti Free / No Free Dowload.
Pasokan Perangkat Device Supply
Peran ini tidak dapat didefinisikan dalam rantai rantai e-paper untuk saat ini. Karena bergantung pada skenario bisnis yang dipilih.. Perimbangan Keuangan dapat menungkinkan pilihan peluncuran akhir pembaca e-paper sebagai
konsumen perangkat tanpa sambungan langsung ke konten dan / atau jasa.
Manufaktur perangkat Device Manufacturing
Saat ini hanya ada beberapa komersial perangkat yang berbasis di pasar. iREX Technology - perusahaan yang mengembangakan ILiad Reader dan SONY - perusahaan yang mengembangkan Librie & Sony Reader
Iklan Advertising
Peran ini sudah sepenuhnya bagian dari rantai nilai surat kabar tradisional, dengan penerbit surat kabar berperan sebagai agregator konten, mengintegrasikan iklan yang berasal dari pihak lain ke dalam produk mereka. Perbedaannya, e-paper menawarkan peluang baru untuk iklan, misalnya
interaktif dan personal iklan.
POTENSI SKENARIO UNTUK E-PAPER
Gambar 3
THE NEWSPAPER ON e-PAPER
Gambar 4 : Rantai Nilai
Alur Bisnis
Dalam skenario ini salah satu pihak, agregator konten, menawarkan tertentu
layanan pada perangkat e-paper. Agregator konten menerbitkan versi elektronik dari surat kabar tersebut ke perangkat, dilakukan dengan dua cara:
1) surat kabar dapat di-upload ke perangkat tanpa adaptasi besar untuk struktur;
2) surat kabar sebagai penyedia konten dan aggregator konten memanfaatkan kemampuan media ini. Pengubahan layanan dengan caara mempublikasikan konten yang up-to-date beberapa per hari, menawarkan tertentu
informasi yang ditujukan untuk segmen penonton tertentu, personalisasi
konten, mengintegrasikan iklan pribadi ke konten. Apa pun pilihan yang diambil, koran tetap penyedia utama konten pada perangkat.
Rantai Nilai dan Struktur Fungsional
Gambar 3, menampilkan jaringan nilai skenario ini dalam sebuah generik
mode. Selain peran surat kabar penyedia konten dan konten aggregator, perangkat e-paper menawarkan kesempatan baru untuk menempatkan konten di
perangkat yang berasal dari penyedia pihak ketiga. Dalam skenario ini, kita
membuat asumsi bahwa koran itu sendiri mungkin memainkan potensial
peran, dengan kata lain, koran bisa mengambil peran dari platform
agregasi konten atau bagian dari peran (lihat Gambar 4). Dua pilihan yang tersedia untuk melakukan hal ini, Surat kabar itu bisa melengkapi isi sendiri dengan konten dari kelompok penerbitan sendiri, sehingga meningkatkan daya tarik sendiri pelayanan dan mungkin juga meningkatkan pendapatan dari seluruh kelompok. Dalam hal ini, surat kabar ingin menawarkan konten berasal dari pihak ketiga di luar kelompok penerbitan sendiri, dapat digunakan sebagai komplementer. Surat kabar lainnya akan memiliki kecenderungan sedikit untuk mempublikasikan produk mereka dengan bersaing dalam platform. Jika Koran mengintegrasikan peran penyediaan konten, konten agregasi dan agregasi platform konten, maka jelas bahwa ini bahwa surat kabar juga berfungsi dala pemasaran. Hal ini member keuntungan besar atas masing masing yakni, hubungan pelanggan yang sudah ada, isi yang bernilai untuk pelanggan yang siap untuk membayar dan kecerdasan bagi pasar tertentu.
Model Keuangan
Untuk pemasaran perangkat, dua pilihan utama yang ada:
1. Pelanggan dapat individual membeli perangkat e-kertas dan kemudian mengambil digital berlangganan koran;
2. Koran mungkin menawarkan e-paper perangkat sebagai bagian dari berlangganan kertas digital. Contoh, bahwa IREX, sebagai pemasok perangkat, telah memilih model kedua. Namun, ini juga menyiratkan bahwa
surat kabar akan perlu membawa beban keuangan pra-pemesanan
perangkat.
Adapun pemasok perangkat, dapat menciptakan tambahan aliran penghasilan dengan juga mengambil peran penyedia platform. Dalam nya gilirannya, penyedia platform bisa cenderung bergeser ke arah peran platform konten agregator dan mempublikasikan layanan pada perangkat itu sendiri. Namun, karena surat kabar yang memasarkan perangkat itu sendiri, ini skenario tampaknya agak tidak masuk akal, kecuali kedua belah pihak mencapai kesepakatan untuk berbagi pendapatan dari layanan tambahan.
Saat pnyedia perangkat mencapai kesepakatan dengan surat kabar mengenai iklan, pertukaran informasi akan perlu dilakukan antara penyedia platform (Dalam scenario ini, surat kabar bertindak sebagai penyedia platform bagi perangkat sekaligus sebagai pengiklan). Informasi platform dari surat kabar biasanya berupa penggunaan platform dan karakteristik pengguna, hasil iklan yang pengguna telah dilihat / diklik di surat kabar. Bisa berlaku system timbale balik kompensasi di areal ini.
Evaluasi
Dalam skenario ini surat kabar memainkan peran yang dominan. Hal ini berhubungan dengan pasar pembaca yang besar, hubungan pelanggan dan konten dimana yang pelanggan bersedia untuk membayar. E-Paper sebagai perangkat memanfaatkan hal ini untuk pemasaran sebagai bagian pencapaian keuntungan. Melalui Surat kabar, untuk beralih ke teknologi, kedua, dalam jangka panjang strategi ini mungkin memiliki biaya-mengurangi efek untuk surat kabar dalam bentuk kertas nyata, seluruh konten akan tersedia secara digital.
Namun, fungsi e-paper juga terancam sebagai platform bacaan digital
karena terlalu refleks mengganti surat kabar konservatif . e-Paper dianggap memprovokasi pasar dengan kemampuan perangkat digitalisasi. Selain itu kemungkinan boikot terhadap inisiatif satu surat kabar atau penerbit, mungkin oleh pemain lain di pasar, sangat besar.
THE KIOSK MODEL ON e-PAPER
Gambar 5 : Rantai Nilai
iTUNES FOR E-PAPER
Gambar 6 : Rantai Nilai
THE WEB ON E-PAPER
Gambar 7 : Rantai Nilai
REFERENCES
Ballon, P. ed. (2005). Report no. 33561—Best practice in business modeling for ICT Services.
Delft: TNO.
Battelle, J. (2006) The search. How Google and its rivals rewrote the rules of business and
transformed our culture. New York: Penguin/Portfolio
Bouwman, H. (2002). Business models for innovative telematics applications: State of the art
on business models, Enschede: Telematica Instituut
Cortade, T. (2006). A Strategic guide on two–sided markets applied to the ISP market.
Communications and Strategies, No. 61, 1st Quarter, 17–37.
Eisenmann, T.; Parker, G.; Van Alstyne, M. (2007). Strategies for two-sided markets,
Harvard Business Review, oktober, 92-101.
Faber, E., Ballon, P., Bouwman, H., Haaker, T., Rietkerk, O., Steen, M., (2003). Designing
business models for mobile ICT services, Paper presented at E–commerce workshop, Bled,
June 9–11.
Hooft Van Huysduynen, M. (2007). Volkskrant en NRC op electronisch papier, FEM
Business online http://www.fembusiness.nl/fembusiness/content/nieuws/55059/article.html
Komentar
Posting Komentar