Langsung ke konten utama

KAJIAN ETIKA HUKUM KOMUNIKASI

PUBLIC RELATION 
KETRAMPILAN MEDIA KONVERGEN


KONVERGENSI
MEDIA

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar bagi dunia telekomunikasi informasi. Teknologi pada system jaringan radio dan transmisi sebagai secara digital memungkinkan perluasan jangkauan penerimaan layanan telekomunikasi dan informasi secara luas. Media sebagai wadah layanan informasi telah bergeser dari pola konvensional menjadi pola konvergen. Media konvensionl (TV, Radio, Surat Kabar) yang bersifat sempit dalam jaringan waktu, jarak, serta keleluasaan akses dalam penyebaran informasi kepada publik, sekarang terintegrasi secara digital menjadi efisien, karena voice dan video serta data dipadukan dalam suatu jaringan tunggal untuk disalurkan menuju suatu titik tujuan tanpa batas waktu dan jarak. Inilah era Konvergensi Media.
Teori Konvergensi media oleh Henri Jenkins pada tahun 2006 (1)  menyatakan bahwa menyatakan bahwa konvergensi media merupakan proses yang terjadi sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat. Konvergensi media menyatukan 3C yaitu computing (memasukkan data melalui komputer), communication (komunikasi), dan content (materi isi/ konten). Konvergensi media tidak hanya mengenai pergeseran teknologi atau proses teknologi, namun juga termasuk pergeseran dalam paradigma industri dan budaya. Konvergensi media terjadi dengan melihat bagaimana individu berinteraksi dengan orang lain pada tingkat sosial yang baru tanpa batas dan menggunakan berbagai platform media untuk menciptakan pengalaman baru, berpetualang dalam bentuk-bentuk baru media dengan konten yang menghubungkan kita secara sosial. Pola ini juga terbentuk dalam industri. Penciptaan hubungan erat trejadi antara produsen perusahaan media, maupun dengan publik. Konvergensi mengarahkan industri dalam bentuk top-down yaitu keputusan terbentuknya industri baru dalam media secara global untuk kepentingan memaksimalkan keuntungan ekonomi dan memperluas potensi pasar. Pada saat yang sama, konvergensi sedang dibentuk bottom-up oleh konsumen, yang memiliki kemapuan kreatifitias dan inovasi untuk mengolah celah-celah pada pergerakan teknologi untuk mengendalikan aliran media sesuai dengan keinginanya, kemudian mengarahkan praktik ekonominya ke pasar – pasar tertentu. Seiring dengan konsep kecerdasan kolektif oleh konsumen, kekuatan dan kelemahannya terkait dengan disiplin konvensional yaitu dapat bersifat tertib, disiplin, dan sulit diatur / dibatasi. Ketrampilan Konvergensi Media membawa konsumen dalam permainan kebutuhan emosional dan intelektual dari individu maupun kelompok antara lain (3) :
  1. Inovatif.
Media baru diciptakan, tersebar, diadopsi, diadaptasi, dan diserap ke dalam budaya pada tingkat dramatis. Memang mungkin untuk mengidentifikasi sebelumnya "revolusi" dalam komunikasi. Pergeseran dari orality untuk melek huruf, munculnya budaya cetak, dan munculnya media massa modern di akhir abad 20 dan awal ke-19 masing-masing mewakili pergeseran paradigma penting dalam cara kita berkomunikasi. Dalam setiap kasus, ledakan perubahan teknologi diikuti oleh suatu periode penyesuaian. Jika, seperti Marshall McLuhan (1969) telah menyarankan, "media sering menempatkan keluar sebelum mereka berpikir keluar," maka ada cukup waktu untuk memikirkan dampak satu media sebelum yang lain diperkenalkan. Sebagai sejarawan dan sarjana sastra telah lama mencatat, ledakan teknologi baru pada akhir abad ke-19 memicu periode kesadaran diri yang mendalam yang sekarang kita sebut modernisme. Modernisme mempengaruhi semua lembaga yang ada, mengubah semua bentuk ekspresi artistik, dan memicu serangkaian terobosan intelektual yang dampaknya masih dirasakan hari ini. Omset dari suatu teknologi adalah yang Kemajuan Ekonomi / bencana Ekonomi dan Budaya Baru. Setiap teknologi baru memunculkan berbagai kegunaan yang berbeda, menginspirasi sebuah keragaman tanggapan estetika, karena dapat diambil dan digunakan oleh komunitas yang berbeda dari pengguna. Ini lah Pasar era baru : Komunitas. Transformasi tersebut memperluas sarana ekspresi diri dan kolektif.

  1. Konvergen.
Setiap gagasan utama, gambar, suara, cerita, merek, dan hubungan akan bermain sendiri keluar di berbagai seluas mungkin melalui saluran media. Baik produsen besar yang memegang peranan mengendalikan ekonomi global, maupun konsumen inofatif yang menggunakan celah - celah dari teknologi dlam membentuk industri baru, sama sama mendapat keuntungan

  1. Sehari-hari.
Media akan bersifat tanpa batas, waktu dan jarak. Hubungan dapat tercipta kapan[un dimanapun sesuai dengan keinginan. Keuntungan bagi para pelaku industri informasi untuk dapat menjadi penyedia wadah bagi kaum pelaku industri dalam penyebaran informasi  produk atau layanan yang selalu update kapanpun diinginkan.

  1. Appropriative.
Teknologi baru memudahkan kegiatan digitalisasi manusia. Bukan saja kebutuhan informasi penujang pekerjaan, namun berbagai penunjang budaya modern dapat diadopsi dengan dari kemajuan teknologi konvergen media. 

  1. Jaringan.
Media teknologi saling berhubungan sehingga aliran pesan dengan mudah dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu orang ke orang lain. Komunikasi terjadi pada berbagai tingkat - dari yang intim dan pribadi kepada publik dan besar-besaran. Satu pengirim-penerima banyak model yang mendominasi budaya cetak dan media massa modern adalah memberikan cara untuk model banyak-ke-banyak di mana setiap peserta diberikan dapat dengan mudah beredar pekerjaan mereka ke komunitas yang lebih luas. Kapasitas untuk "jaringan" telah muncul sebagai keterampilan sosial dan profesional yang penting. Orang muda menjadi mahir dalam menghitung keuntungan dan kerugian dari penggelaran sistem komunikasi yang berbeda untuk tujuan yang berbeda - mencoba untuk memutuskan bagaimana untuk mengkomunikasikan ide-ide mereka hanya untuk orang-orang mereka ingin melihat mereka tetap menjaga privasi dari pengamatan yang tidak diinginkan.

  1. Global.
Media mengalir lancar konten melintasi perbatasan nasional; orang menyebarkan jaringan komunikasi baru untuk berinteraksi dengan orang lain di seluruh dunia. Skala global dari lanskap media baru mengubah cara kita berpikir tentang diri kita dan tempat kita di dunia. Kita mungkin membayangkan perkembangan dari negara-negara mengirim diplomat tunggal untuk berinteraksi satu sama lain jarak jauh ke era modern di mana banyak penerbangan internasional memiliki pengalaman langsung mengunjungi bagian lain dari dunia untuk saat ini ketika semakin banyak orang berinteraksi sehari-hari , jika tidak per jam, dengan orang-orang yang tinggal di sisi lain dari planet ini. Jangka panjang konsekuensi dari eksperimen dalam pertukaran budaya global masih terus ditemukan. Beberapa berpendapat bahwa ini komunikasi diperluas akan membawa pemahaman yang lebih besar; orang lain melihat kembali ke fundamentalisme sebagai reaksi terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh bursa global. Beberapa khawatir bahwa negara yang paling ekonomis kuat akan membanjiri sisanya, mengasuransikan sebuah homogenisasi budaya global, yang lain berpendapat bahwa dunia seperti itu membutuhkan produksi konstan perbedaan budaya dalam rangka untuk memenuhi rasa lapar yang tak terpuaskan oleh kebudayaan kita sendiri.


  1. Generasi.
Secara historis, tradisi budaya dan norma-norma yang diwariskan dari satu generasi ke yang lain adalah pendidikan dalam masyarakat tradisional. Sepanjang abad ke-20, bagaimanapun, sebagai laju perubahan teknologi dan budaya dipercepat, orang-orang muda mengadopsi gaya budaya dan nilai-nilai yang berbeda secara radikal dan sering fundamental bertentangan dengan generasi orang tua mereka. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang-orang muda dan orang dewasa hidup dalam lingkungan media yang berbeda secara fundamental, menggunakan teknologi komunikasi dengan cara yang berbeda dan membentuk interpretasi yang kontradiktif dari pengalaman mereka. Dewasa tahu lebih sedikit dari yang mereka pikirkan tentang apa yang orang muda lakukan pada line dan orang-orang muda tahu lebih sedikit dari mereka berpikir tentang nilai-nilai dan asumsi-asumsi yang membentuk hubungan orang dewasa ke media.


AKTIVITAS PUBLIC RELATION DALAM MEDIA KONVERGEN
Pola baru dalam rantai ekonomi industri seiring dengan konvergensi media, mempengaruhi stratgei dalam lini industri. Pemanfaatan konvergensi media secara baik, akan sangat menguntungkan bagi industri. Konvergensi media memacu industri untuk lebih kreatif untuk mencapai efisiensi stragtegi industri.  Efisiensi dalam strategis perusahaan dapat dicapai dengan adanya penyatuan beberapa aktivitas di lini – lini industri ke dalam satu wadah strategis, media Online.
Lini HUMAS / Public Relation yang selama ini menjadi pintu penyebaran informasi umumnya yang hanya mengenai citra industri, dapat dikemas dalam media kovergen secara Online. Pada dasarnya kegiatan kehumasan masih tetap pada proses penulisan berita dan penerbitan / penayangan berita melalui media elektronik / media cetak, namun dilengkapi dengan proses publikasi kegiatan kehumasan itu sendiri dilakukan secara online dalam satu wadah PR Online , kegiatan promosi / periklanan, marketing dan penjualan, branding management , dapat dikonvergensi menjadi satu. Strategi ini setidaknya dapat memangkas kegiatan periklanan industri pada media cetak dan elektronik. Industri hanya memerlukan modal awal dalam penyediaan infrastruktur perangkat teknologi konvergensi media, dan sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi dari sisi penguasaan teknologi digitalisasi komunikasi informasi khususnya dalam konvergensi media. Secara Organisasi, biasanya bagian PR berada langsung di bawah  divisi President Office dengan nama popular Coorporate Communication. Bagian ini yang akan mengkolaborasi semua kegiatan industri berkaitan dengan media konvergen, dengan tujuan agar ada filter langsung dari pimpinan tertinggi sebuah industri untuk sebuah informasi apapun yang akan keluar ke publik.
Ketersediaan infrastrukturr perangkat telekomunikasi informasi memungkinkan industri bukan saja membuat media konvergen baru untuk masuk dalam kegiatan PR Online , seperti membuat Website sendiri, namun berbagai wadah yang sudah ada sebagai media industri konvergen itu sendiri, meyediakan jasa untuk mengembangkan keinginan dari industri untuk tampil ke publik sesuai strategi yang dimiliki. Beberapa paket PR Marketing Online yang tersedia saat ini, dapat digunakan oleh industri antara lain :  
Web. Third Party Sites
Website yang dirancang untuk memfasilitasi industri mempromosikan press release, produk, citra / merek, dengan menggunakan layanan feed. Feed yaitu format yang dikembangkan dan dirancang untuk pengguna memperbaharui informasi secara berkala dalam suatu website atau melakukan koreksi maupun modifikasi terhadap informasi yang telah diposting. Layanan data feed biasanya membutuhkan dan memfasilitasi data terstruktur dari sebuah informasi indutri. Layanan ini sangat berguna bagi industri yang secara berkala mengeluarkan produk / jasa untuk dapat langsung diakses di pasar. Dengan Feed , industri juga dapat mengenali pelanggan yang setia mengakses website industri yang dipromosikan dalam website Third Party Sites.
 PR Newswire  (Media Distribusi Berita berkantor pusat di New York)
Dengan PR Newswire, industri bisa mengirim satu salinan penulisan berita mereka ke dalam ruang berita PR Newswire, di mana ia akan secara simultan ditransmisikan ke titik-titik utama media -  media yang ada di titik – titik strategis kota, propinsi, maupun negara. Industri dapat mengakses ke web PR Newswire  dengan melalui web resmi yang dimiliki oleh industri. Newswire ini juga mempunyai range harga yang berbeda-beda. Biasanya berkisar antara $80 sampai lebih dari $600, tergantung dari fungsi yang di tawarkan.
Email  Newsletters
adalah strategi PR Online yang paling populer digunakan oleh kalangan PR karena hanya dengan mengisi formulir subscribe pada website, maka pengunjung dapat memperoleh email dari perusahaan, industri dan tentu saja PR juga harus senatiasa mengupdate newsletter tersebut sehingga pengunujung dapat tetap mengupdate berita tentang perusahaan. Email Newsletters sama halnya dengan newsletters cetak. Newsletter ini dibuat dengan HTML dan menggunakan warna, dan bisa memasukan berbagai informasi di dalamnya seperti iklan, promosi, news alerts, dan survey. Tentu saja newsletter juga lebih menghemat pengeluaran publikasi perusahaan. Untuk menciptakan email newsletter, PR harus mempunyai keterampilan HTML, coding, dan desain grafis. Namun, sekarang sudah terdapat perusahaan yang bernama “email service provider” atau ESPs. Mereka dapat membantu untuk hal-hal pemrograman seperti ini serta melihat siapa saja yang membuka email dari perusahaan ini, sehingga bisa mendapatkan survey tentang respon publik.
Media Sosial
Sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Sementara jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, Plurk, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. PR Industri dapat memanfaatkan hal ini untuk melakukan kegiatan PR Marketing Online.

Blogs
dinamakan juga ”Web blogs” yang dapat dipunyai oleh suatu executive perusahaan atau pimpinan dalam bentuk informal. Gaya bahasanya pun bisa berupa opini penulis tentang suatu event yang di adakan oleh suatu perusahaan. Keuntungan dari web blog ini adalah pembaca akan merasa lebih enjoy membaca berita dengan gaya bahasa komunikatif  modern, sehingga web blog sangat ampuh untuk menciptakan image, baik bagi kredibilitas penulis maupun reputasi perusahaan.

Kegiatan PR Marketing secara Online tidak hanya sampai pada kegiatan publikasi secara online strategi marketing, promosi, branding management yang menjadi strategi industri ke pasar. Namun akan terus menjadi sebuah tanggung jawab untuk meresponi konsumen / pasar yang berinteraksi dalam wadah media konvergen yang digunakan. Kegiatan meresponi konsumen / pasar dalam media konvergen justru menjadi suatu hal yang sangat penting bagi industri / pasar. Mengapa demikian ?

Resiko yang perlu diwaspadai oleh Industri dalam Kegiatan PR Marketing Online
Perubahan – perubahan dalam lini industri akibat adanya konvergensi media juga turut mempengaruhi pasar. Posisi pasar dalam bagian paling akhir suatu rantai nilai konvensional industri yang ditempati oleh konsumen individu, saat ini ditempati oleh komunitas – komunitas dengan segmentasi tertentu. Media konvergen yang menjadi wadah pertemuan antara pasar dan industri. Pola distribusi produk / jasa ke pasar pun sudah tidak mengenal jarak dan waktu.  Dalam sekian detik, pasar dapat langsung menemukan, mengenal, dan menentukan pilihan untuk membeli produk atau jasa yang diinginkan.  Berkaitan dengan pasar secara komunial, pola industri dan pasar bukan lagi person to person, tetapi bersifat masa, pemikiran terbuka dan bebas berbicara bukan lagi dua arah, namun bisa tiga arah  atau lebih, multi arah mengenai suatu produk / jasa seperti media sosial facebook dan tweeter yang  sangat mempengaruhi keberlangsungan suatu produk / jasa dalam masyarakat. Pasar dapat secara langsung memberikan feedback dalam sebuah kegiatan PR Online baik promo produk / jasa, pencitraan industri, dan sebagainya.  Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Henri Jenkis mengenai bottom – up di atas bahwa konsumen / pasar memiliki kekuatan besar dalam sebuah rantai industri.
Salah satu contoh kekuatan konsumen / pasar akibat adanya wadah media konvergen adalah kasus penghentian Iklan Produk Internet dari Operator XL oleh sebuah kelompok / komunitas di media sosial facebook page  : “ HENTIKAN  PELECEHAN DESA OLEH XL dan TUKUL”. Masa komunitas mengeluarkan pendapat dan pemikiran untuk membentuk suatu opini publik agar mendukung ideologi tertentu untuk menentang iklan XL di media elektronik dan media masa . Dan hasilnya KPI mengeluarkan himbauan kepada seluruh stasiun TV untuk menghentikan penayangan iklan tersebut pada bulan oktober 2011. PR Online XL juga kemudian mengambil langkah tanggap akan hal ini, dengan memberikan opini penjelasan atas iklan tersebut di dalam facebook page yang dibangun. Kebebasan masyarakat dalam Konsumen dalam praktek media konvergensi menjadi setara dengan produsen / koorporasi. PR harus sadar akan hal ini, sehingga harus memiliki sikap tanggap untuk bergerak membangun hubungan baik dengan pasar melalui media media sosial tersebut juga. Dengan adanya media konvergen ini,  industri harus sadar bahwa konsumen turut serta dalam proses pencitraan sebuah industri. Perusahaan yang tidak tanggap akan hal ini akan mengalami masalah - masalah dalam berkomunikasi dengan masa dalam era kemajuan informasi saat ini. Contoh kasus yang heboh dari tahun 2009, PRITA MULYASARI yang dituntut atas pencemaran nama baik RS. Omni Internasional Serpong. Prita Mulyasari yang dijerat pasal 27 ayat 3 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), karena akan mengancam kebebasan berekspresi. Pasal ini menyebutkan : “ Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”. Saat itu terjadi ketika Prita menyebarkan keluhannya terhadap pelayanan RS. Omni melalui email kepada beberapa rekannya dan kemudian menyebar ke beberapa miling list media sosial.  RS Omni merasa industrinya dirugikan dengan hal tersebut.  Reaksi inilah yang terus dipertanyakan oleh publik. Apakah layak bagi sebuah industri untuk mengangkat hal ini ke ranah hukum ? sedangkan hal seperti yang dilakukan oleh Prita merupakan feedback dari kegiatan PR perusahaan dalam menyampaikan citra RS sebagai RS Internasional, namun ternyata tidak sesuai dengan aslinya. PR nya mungkin pada saat itu itu belum memahami betul bahwa era informasi memberi keleluasaan bagi pasar dalam berinteraksi memberikan reaksi atas apa yang ditemui dari sebuah tampilan industri.  Sangat disayangkan, bila saja PR RS dapat menggunakan media konvergen untuk menjawab kembali feedback dari masyarakat melalui mungkin hal tersebut tidak akan merugikan kedua belah pihak.
Pelajaran besar bukan hanya bagi industri terutama PR yang merupakan pintu depan industri dalam menghadapi pasar,  tapi juga bagi pasar / masyarakat / publik agar berhati - hati dalam kebebasan berinteraksi pada media konvergensi. Pasar jangan salah langkah jika akan mengungkapkan keluhan atas produk / layanan dari industri. Industri juga sudah berkewajiban untuk tanggap akan hal ini, dengan menyediakan wadah feedback baik di web, blog, dll. Sebenarnya tanpa Web atau Blog pun, dari media, di kolom Suara Pembaca (SP). SP merupakan santapan sehari-hari bagi PR. Mengabaikan SP yang bermuatan keluhan di sebuah media cetak sama halnya merusak citra perusahaan. Barangkali yang menuai untung adalah kompetitor. Betapa tidak, para konsumen / pasar dan calon konsumen / pasar lainnya bisa lari ke pesaing. Dari SP, PR dengan kreativitasnya dapat memanfaatkan media komunikasi konvergen untuk langsung mengkonfirmasi hal - hal tersebut. PR industri juga dapat menggunakan hak jawab di media. Atau, dalam konteks kasus Prita, Kho Seng Seng, dll, kirim counter release berisikan bantahan terhadap isu negatif ke berbagai media pemberitaan, termasuk media online.

Untuk mencegah resiko – resiko di atas, PR dalam kegiatannya harus diupayakan untuk memiliki suatu fungsi Riset terutama pada media media yang sosial / jejaring sosial dan hasil dari feedback masyarakat yang ada pada wadah PR Online. Riset dapat dilakukan mengenai riset citra perusahaan, opini publik internal dan eksternal, profil khalayak perusahaan dan gaya hidup konsumen. Riset harus dilakukan seara rutin / berkala, setiap hari PR wajib “berkelana dalam dunia maya” mereview segala kegiatan PR Online yang dijalankan. Riset berguna untuk jangka waktu yang singkat, industri dapat langsung memperbaiki diri apabila ada hal hal negatif yang dikemukakan oleh pasar / konsumen atau melakukan tanggapan balik sesegera mungkin. Untuk Jangka panjang Riset berguna untuk menentukan  kebijakan industri, strategis persaingan dagang, solusi krisis industri, dan sebagainya.

Inilah tantangan besar bagi para PR di era konvergensi media.  PR bukan saja harus berlomba dengan kemajuan era digitalisasi perangkat teknologi informasi telekomunikasi namun juga pengelolaan output dari penggunaan media konvergen dalam kegiatan PR Online berupa  feedback  dari masyarakat. Pengelolaan yang benar akan sangat menguntungkan bagi perusahaan, bukan saja keuntungan materi dari penjualan produk dan jasa namun pencitraan baik bagi perusahaan serta loyalitas konsumen / pasar terhadap industri secara menyeluruh akan tetap kokoh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAJIAN UU NO 14 Th.2008

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK UNDANG UNDANG NO. 14 Th. 2008 Gema Demokrasi Tahun 1998 mungkin menjadi salah satu tombak penggerak Keterbukaan Informasi dan Komunikasi kehidupan bangsa Indonesia dalam pelaksanaan Penyelenggaraan Negara. Hal ini mendorong terbitnya UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Sedikit keleg...

YESUS & PEREMPUAN BERZINAH

Pernah kah mengalami : " bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat." (rasul Paulus) Ada banyak perkara dalam hidup ini yang membuat kita susah untuk berbuat baik untuk menjadi benar. Secara tidak sadar jiwa, hati dan pikiran kita dituntut, kemudian jika tidak mencapainya, kita dituduh, kita dikejar oleh perasaan bersalah dan pikiran menghakimi diri sendiri. Kita tidak diterima oleh diri kita sendri..... dan orang lain menolak kita ! Pada saat hal ini berlangsung teru menerus, kita secara tidak langsung bisa membunuh diri kita sendiri. Ada sebuah kisah tentang tentang Seorang Wanita yang tertangkap basah Melakukan perzinahan dan dihakimi Masa dan Ada YESUS di situ : " tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kep...

Bagi ku, ANUGRAH KESELAMATAN ITU : SEPERTI PELACUR yang Di jadikan Istri oleh Seorang Pangeran Sejagad

PASKAH .... bukan sekedar momen tapi kesempatan untuk mengingat terus betapa ENGKAU, YESUS adalah satu satu nya TUHAN dalam hidup ku, mengingat bahwa aku diciptakan, aku orang berdosa yang ditebus oleh TUHAN sendiri dalam manusia YESUS, dibenarkan menjadi anak anak NYA, untuk hidup dalam rencanaNYA memuliakan NYA seumur hidup ... dan bahkan sampai pada kekekalan............ Hmmmmmm ............. tersentak sejenak mendegar 2 kata disebut hari ini : PELACUR.... & ANUGRAH Seorang Pelacur yang jiji dengan diri nya sendiri..... yang tak punya kekuatan lagi untuk melihat wajahnya sendiri di depan cermin....... Cantik mempesona wajahnya, polesan warna warni di wajah, pakaian sopan hanya kepura puraan yang menutup semua kesundalannya......... Mau keluar dari semuanya namun tak mampu ......... Tak punya harapan untuk memperoleh hidup yang layak sebagai manusia......... Tiba tiba datang seorang Pangeran Putra Mahkota yang meminang dia untuk menikah ....... saking cinta nya...